30
Sep

PROSES PENGOLAHAN SUSU MENJADI YOGHURT

   Posted by: juliannk   in Uncategorized

1. Pendahuluan

Pengolahan susu menjadi yoghurt sudah lama dikenal di Indonesia, hanya saja masih berkisar pada lingkungan masyarakat kota. Dalam hal ini  bukannya masyarakat desa tidak menyukainya, tapi lebih tepat bila dikatakan  belum mengenalnya, sebab dibeberapa daerah ada juga susu olahan tradisional yang rasanya hampir sama dengan yoghurt, seperti dadih di Sumatera Barat. Oleh sebab itu, pengolahan susu menjadi yoghurt perlu dikembangkan. Disamping sebagai salah satu usaha pemanfaatan susu yang tidak terjual,juga sebagai usaha perbaikan gizi masyarakat, karena mereka dapat mengonsumsi salah satu makanan hasil olahan susu. Apalagi bila dihubungkan dengan pola konsumsi suatu masyarakat desa yang kurang suka minum susu segar, tapi lebih suka mengonsumsi susu olahan.

 2. Landasan Teori

Salah satu cara pengawetan susu yang tertua adalah dengan jalan mengasamkan melalui proses fermentasi, diantaranya adalah pembuatan yoghurt. Prinsip pembuatan yoghurt adalah: susu difermentasi dengan menggunakan biakan campuran  Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, sehingga menghasilkan konsistensi menyerupai puding. Kata yoghurt berasal dari yogurt dalam bahasa Turki. Namun nama produk ini sangat bervariasi dibeberapa negara, antara lain “leben” di Mesir, “lebeny” di Syria, “dadhi” di India dan “mazum” di Amerika.

Yoghurt merupakan makanan dan minuman tradisional yang penting di  Negara-negara Balkan dan Timur Tengah. Yoghurt bermanfaat bagi orang yang tidak tahan terhadap gula susu (laktose). Karena pada proses pembuatan yoghurt dapat menurunkan seperempat kadar gula susu yang ada, maka bagi orang yang menderita “lactose intolerance” dapat mengonsumsi yoghurt sebagai sumber bahan makanan yang bergizi. Susu merupakan substrat yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Disamping memiliki kadar air yang tinggi, susu huga memiliki pH yang netral dan kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Golongan mikroorganisme yang umum ditemukan dalam susu adalah  bakteri  Lactobacillus  dan Streptococcus. Bakteri ini memiliki kemampuan dalam memfermentasi susu menjadi asam susu (asam laktat). Adanya kemampuan bakteri Lactobacillus dan Streptococcus ini dalam memfermentasi susu dimanfaatkan sebagai dasar dalam proses pembuatan  yoghurt. Yoghurt merupakan salah satu jenis minuman yang termasuk dalam minuman penyegar. Untuk memperoleh yoghurt dengan kualitas yang baik diperlukan susu yang berkualitas baik pula, susu yang berkualitas baik ini berasal dari hewan yang sehat, mempunyai bau susu yang normal, dan tidak terkontaminasi. Selain itu, kualitas yoghurt yang baik juga turut ditentukan oleh kadar lemak dalam susu, jenis bakteri yang digunakan dalam fermentasi, cara pembuatan, dan cara penyimpanan setelah fermentasi.

  • Proses Pembuatan Yoghurt
SUSU
DIPANASKAN
SEHINGGA 1/3 BAGIAN MENGUAP
DIDINGINKAN
INOKULASI BIAKAN

MASUKKAN DALAM CUP

 

 

  1. Alat dan Bahan

 

  1. Alat

 

  1. Panci
  2. Kompor atau pemanas lainnya
  3. pH meter atau termometer
  4. Toples

 

  1. Bahan

 

  1. Susu sapi segar 1 liter
  2. Biakan murni bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Strepcococcus thermophillus

 

  1. Cara Kerja

 

  1. Panaskan susu yang akan difermentasi pada suhu 900C selama 15-30 menit
  2. Dinginkan susu yang telah dipanaskan sampai suhunya mencapai 400C
  3. Inokulasikan biakkan Lactobacillus bulgaricusdan Strepcococcus thermophillus. Sebanyak 2%  dari jumlah susu yang difermentasikan, kemudian tutup tempat susu tersebut.
  4. Simpanlah susu yang telah diinokulasikan tersebut dalam ruangan yang  bersuhu sekitar 430C selama tiga jam atau sampai tercapai pH 4-5.
  5. Dinginkan susu yang telah mencapai pH 4-5 pada suhu 50 Untuk selanjutnya dikemas dalam toples atau tempat lainnya.

 

8
Sep

Hello world!

   Posted by: juliannk   in Uncategorized

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!